Senin, 28 Maret 2016

Personal Safety

Hanya dari sekedar kepo dan dilanjut berbincang-bincang dengan kawan lama, yang kebetulan dulu pernah berjuang bersama semasa Aliyah, muncul diskusi hangat semalam. Maraknya media sosial, alhamdulillah masih bisa kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan kontinu menyambung silaturrahim di antara kami. Dan semalam kami membahas sedikit tentang amal dan istiqomah.
Entah siapa yang salah, meskipun sudah tertera jelas dalam Al-qur'an, namun dengan pengaruh lingkungan yang begitu luarbiasa efeknya, suatu kebenaran masih bisa dipudarkan, bahkan dapat menjadi tak nampak kebenarannya. Seorang manusia yang telah belajar ilmu agama selama bertahun-tahun pun tidak dapat menjamin ia akan terbentengi dari berbagai pengaruh lingkungan di sekitarnya. Hanya yang istiqomah-lah, yang mampu menjalaninya. Beriman itu mudah, namun istiqomah dalam beriman itulah yang menjadi tantangan beratnya. Biasa. Dibilang ini adalah sesuatu yang biasa, karena memang pada dasarnya manusia sangat membutuhkan manusia lain, dan jika ia tidak membaur dengan lingkungan setempat maka ia akan terisolasi atau tidak diterima lingkungan sekitar.

 
Memang benar teori tersebut, selagi tidak melanggar aturan-aturan Sang Khaliq. Namun bagaimana bisa demi pengakuan secara sosial, dengan mudahnya menanggalkan kewajiban yang sudah seharusnya dilakukan demi pengakuan yang lebih agung dari Sang Mahakuasa sebagai hamba yang bertaqwa.
Maka keputusan hanya ada ditangan kita masing-masing. Hanya kita yang dapat menolong diri kita masing-masing dengan perbanyak amal-amal sholih dan menjauhkan dari yang mungkar. Menjauhi dari yang dilarang dan senantiasa mentaati semua perintah dan sunnah Rasul. Keselamatan diri di hari esok menjadi tanggung jawab individu. Namun bagaimana bisa kita se-egois itu? Hanya menyelamatkan diri sendiri? Ingat, keburukan merajalela karena banyaknya orang baik yang diam. Jika memberi contoh, menegur, dan menasehati telah dilakukan, maka dakwah yang sangat sederhana adalah dengan mendoakan.
Jika remaja pada umumnya sangat menggembor-gemborkan slogannya yang disebut dengan YOLO (You Only live Once), maka mereka sangat semangat untuk menghabiskan masa muda dengan mencoba hal-hal baru yang belum pernah mereka lakukan entah itu masih dalam "aturan"Nya atau sudah diluar zona aman, tapi disini saya menyanggah slogan tersebut menjadi YNOLO(You Not Only Live Once), kita hidup tidak sekali di dunia, karena masih ada masa yang lebih kekal nanti saat memasuki akhirat. Maka sudah apa saja yang telah kamu persiapkan untuk besok di akhirat? Karena salah satu pertanyaan cucu adam adalah kau habiskan untuk apa saja masa mudamu? Apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi jawaban kita kelak. Habiskan masa mudamu dengan sangat bermanfaat. Yang bermanfaat itu adalah yang menguntungkan uintuk lingkungan dan diri senidiri. 
Jangan takut berbuat baik yang berbeda dengan yang lain dan jangan takut menegur yang salah.
Yang muda yang berdayaguna !
Salam,
Pemuda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar