Rabu, 10 Agustus 2016

Salah Sambung

     Sesuatu yang sangat krusial bagi setiap individu karena dengannya dapat menjadikan seseorang lebih bijak dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Adalah pendidikan yang sejatinya mampu meninggikan muruah seseorang dari yang lain. Tentu saja tidak sewenang-wenang seseorang memberikan pendidikan, harus paham betul apa makna dan tujuan sebenarnya dari sebuah "PENDIDIKAN".

    Berdasarakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Disebutkan sangat jelas dalam definisi bahwa pendidikan tidak lain tidak bukan adalah sebuah proses, dan proses tersebut seharusnya dapat memberikan dampak positif berupa perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Maka, dapat saya katakan, jika seseorang menilai suatu pendidikan hanya terfokus pada hasil akhirnya saja, khususnya pada bidang akademis, maka yang ia anut bukanlah mazhab pendidikan yang sesungguhnya. 



      Tidak menutup realita yang ada, bahwa sebagian besar masyarakat masih bermazhab pada pendidikan yang salah sambung. Saya katakan sedemikianhingga karena jalan yang ia tempuh dan tujuannya pun sangat jauh dari yang diharapkan dari sebuah pendidikan. Terlebih lagi jika ia rela melakukan apapun meskipun itu adalah sebuah keburukan demi mendapatkan sebuah kesempurnaan di bagian akhir. Dari alur ceritanya saja sudah diimbuhi bumbu ketidakjujuran, maka tidak dapat mengharapkan sebuah sesuatu yang digadang-gadang merupakan pengubahan sikap. Jelas pendidikan macam ini gagal total.

      Untuk mengubah maindset yang telah sangat viral di kalangan masyarakat bukan barang gampang. Terlebih pada masyarakat di kota-kota besar. Para orangtua beranggapan bahwa pendidikan adalah sebuah pertarungan. Dan demi memenangkan pertarungan sang anak harus rela memakan isi buku bertubi-tubi, bimbingan belajar ke sana kemari, sekali lagi semua itu dilakukannya untuk menjadikan sang anak pemenang dalam pertarungan. 

       Revolusi mental yang dicetuskan oleh Presiden RI saat ini sangatlah bagus. Jika mental telah diubah, maka segala-galanya tidak akan sulit menuyesuaikannya. Semoga tidak hanya menjadi wacana, dan semua revolusi itu bermula pada diri kita terlebih dulu. Jika kuman saja sudah berevolusi apakah kita hanya ingin berrotasi?

-R-
         
        

           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar