Sesuatu yang sangat krusial bagi setiap
individu karena dengannya dapat menjadikan seseorang lebih bijak dalam
menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Adalah pendidikan yang sejatinya
mampu meninggikan muruah seseorang dari yang lain. Tentu saja tidak
sewenang-wenang seseorang memberikan pendidikan, harus paham betul apa makna
dan tujuan sebenarnya dari sebuah "PENDIDIKAN".
Berdasarakan Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Disebutkan sangat jelas dalam
definisi bahwa pendidikan tidak lain tidak bukan adalah sebuah proses, dan
proses tersebut seharusnya dapat memberikan dampak positif berupa perubahan
tingkah laku ke arah yang lebih baik. Maka, dapat saya katakan, jika seseorang
menilai suatu pendidikan hanya terfokus pada hasil akhirnya saja, khususnya pada
bidang akademis, maka yang ia anut bukanlah mazhab pendidikan yang
sesungguhnya.
Tidak menutup realita yang ada, bahwa
sebagian besar masyarakat masih bermazhab pada pendidikan yang salah
sambung. Saya katakan sedemikianhingga karena jalan yang ia tempuh dan
tujuannya pun sangat jauh dari yang diharapkan dari sebuah pendidikan. Terlebih
lagi jika ia rela melakukan apapun meskipun itu adalah sebuah keburukan
demi mendapatkan sebuah kesempurnaan di bagian akhir. Dari alur ceritanya saja
sudah diimbuhi bumbu ketidakjujuran, maka tidak dapat mengharapkan sebuah
sesuatu yang digadang-gadang merupakan pengubahan sikap. Jelas pendidikan macam
ini gagal total.
Untuk mengubah maindset yang
telah sangat viral di kalangan masyarakat bukan barang gampang.
Terlebih pada masyarakat di kota-kota besar. Para orangtua beranggapan bahwa
pendidikan adalah sebuah pertarungan. Dan demi memenangkan pertarungan sang
anak harus rela memakan isi buku bertubi-tubi, bimbingan belajar ke sana
kemari, sekali lagi semua itu dilakukannya untuk menjadikan sang anak pemenang
dalam pertarungan.
Revolusi mental yang dicetuskan
oleh Presiden RI saat ini sangatlah bagus. Jika mental telah diubah, maka
segala-galanya tidak akan sulit menuyesuaikannya. Semoga tidak hanya menjadi
wacana, dan semua revolusi itu bermula pada diri kita terlebih dulu. Jika kuman
saja sudah berevolusi apakah kita hanya ingin berrotasi?
-R-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar